oleh: Mardiyanta, S.Pd, M.Pd. Widyaiswara Pada LPMP Provinsi Kalimantan Tengah

ABSTRAK

Tujuan penelitian untuk mengetahui¬†¬† pengaruh pembelajaran model Jigsaw¬† terhadap prestasi belajar fisika konsep gerak dengan memperhatikan tingkat aktivitas belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah eksprimen dengan sampel penelitian adalah siswa (lebih…)

Bandung, Kompas – Pembelajaran ilmu sains, khususnya fisika, di jenjang sekolah dasar dan menengah sebaiknya didasarkan pengamatan dan bukan sekadar teori. Untuk mewujudkan hal itu, proses belajar-mengajar perlu didukung pemodelan atau eksperimen. (lebih…)

Elektron terletak dalam orbital-orbital tertentu. Sebagaimana Postulat Bohr.

Elektron memerlukan energi ambang tertentu agar dapat berpindah lintasan. Energi ambang adalah energi minimal yang diperlukan elektron untuk naik menuju orbital yang lebih tinggi. Energi itu tidak kontinum, melainkan diskrit, artinya terkuantifikasi. Paket-paket energi yang terkuantifikasi ini dalam bentuk radiasi atau gelombang disebut kuanta energi. Menurut Max Planck, besarnya energi tersebut adalah h f dengan h adalah konstanta planck yang besarnya 6,63 x 10^{-34} joule detik.

Elektron hanya bisa punya energi dalam kelipatan bulat kuanta ini. Tidak hanya pada elektron tetapi juga foton dan semua zarah renik di tingkat subatom. Inilah asal-usul nama kuantum pada fisika kuantum yang kita pelajari ini. Fisika kuantum mempelajari perilaku zarah-zarah subatomik, dinamika dan interaksinya, serta relasinya dengan medan yang memengaruhinya.”

( tulisan dari catatan perkuliahan Jansen Sinamo)

artikel ditulis oleh Bapak Jansen Sinamo
(sumber asli : http://www.mail-archive.com/indonesia@nextbetter.net/msg03962.html)

Jam tujuh pagi di suatu hari pada tahun 1981 di dalam ruang kuliah yang kuno, bernuansa gelap dan kelam. Dibangun pada zaman Belanda. Sebuah kuliah fisika yang sangat modern akan dimulai segera. Nama mata kuliahnya adalah Fisika Kuantum.

Hariadi Paminto Soepangkat – doktor fisika zat padat lulusan Universitas Purdue, Indiana, Amerika Serikat – seorang pria berperawakan tinggi, berkulit putih besir berbalut busana rapi nan necis lengkap dengan dasi bak eksekutif bisnis, telah berdiri penuh wibawa dihadapan 150 orang mahasiswa dari tiga jurusan : Fisika, Astronomi, Geofisika dan Meteorologi.

Sekitar dua puluh menit kuliah beranjak, seusai Pak Hariadi menggambar orbit-orbit lintasan elektron pada atom hidrogen di papan tulis, tiba-tiba ia memanggil nama saya …

Apakah gerangan yang terjadi ?

Setelah lama vakum dan tidak diperbaharui, kali ini situs HFI Cabang Kalimantan Tengah bertambah jumlah pengelola konten.

Semoga dengan adanya merger administrator akan membawa perubahan dan pembaharuan informasi serta update pengetahuan terutama yang berkaitan dengan Fisika, pembelajaran dan pengajaran Fisika, serta perkembangannya baik di Kalimantang Tengah maupun nasional dan internasional.

Diharapkan bantuan dan komentar dari para pengunjung web blog ini.

Fenomena alam ini hanya muncul sehabis hujan. Begitu indah sehingga menginspirasi banyak lagu, dongeng, dan legenda. Tapi dari kacamata sains, pelangi sangat sederhana. Itu cuma fisika optik semata. (lebih…)